Senin, 18 November 2013

Sahabat sekaligus musuh



Pagi hari itu aku berangkat sekolah pukul 06.45 WIB. Aku tergesa-gesa supaya tidak telat masuk sekolah untunglah sampai dinkelas bel belum berbunyi. Aku duduk di sebelah Rani sahabat baruku berteman dekat dengan Rani belum lama ini. Aku menaruh tas di bangku Rani pun sudah duduk di sampingku “sya nanti pelajaran pertama matematikakan?” tanya Rani “iya kenapa ran?” jawabku “nanti ulangan bab 1 dan 2 “ jawabnya santai “Hah? Kenapa kau tak memberitauku ran menyebalkan “ seruku “jangan marah aku lupa sya memberitaumu” kata Rani .Langsung saja aku belajar sudah berkali-kali Rani tak bilang bila ada ulangan wajar aku tak tau karna kemarin aku tak berangkat.
        Bu Ina masuk kelas ia adalah guru matematika “Tutup semua buku kalian “ tukas bu Ina. Aku sudah keringat dingin bisa jadi nilaiku jelek sendiri dan pikiranku telah kemana-mana. Sambil membagi lembaran soal bu Ina berkata “ Kerjakan sendiri jangan mencontek”.
        Aku mengerjakan semua dengan semangat dan aku meyakinkan diri supaya nilaiku bagus. Tiba-tiba Rani berbisik-bisik pada Indri “Ran kan gak boleh nyontek ?” kataku pelan “Biarin sya kalau kau mau contek saja punyaku” jawab Rani aku pun cepat-cepat menggelengkan kepala mencontek itu hal yang tak baik dan mungkin Allah akan marah jika aku mencontek Allah kan tidak suka pada orang yang berbuat curang kata ibuku sih. 40 menit berjalan kilat  begitu cepat “Kumpulkan” tukas bu Ina. Kami semua pun mnegumpulkan. 15 menit bu Ina selesai mengoreksi lalu membacakan di depan kelas “nilai tertinggi diraih oleh Tasya dengan nilai 9,8” kata bu Ina aku seketika diam tak percaya makasih tuhan telah membantuku .
        Pagi ini aku sampai di kelas pukul 06.40 WIB. Aku duduk di bangku biasanya tak tau kenapa teman-temanku memandangku dengan sinis dan aku melihat Rani duduk dengan Lina “Ran kamu duduk dengan Lina ?” tanyaku “ iya memang kenapa?” balasnya sambil memandang degan mata tajam “kau ini munafik!!!” bentak Fika temanku “maksudmu?”sahutku bingung dan terkaget-kaget “Jangan pura-pura bego’ deh “ sahut Lina “apa maksud kalian “ jawabku sambil melihat mereka dengan bingung “kau munafik sya bangga dengan hasilmu padahal kau mencontekkan?” Bentak Fika lagi “apa?aku tak mencontek sama sekali tolong jangan fitnah!!!” bentakku ganti “tapi Rani tau” jawab Lina “iya,aku memang sengaja tidak memberitaumu soal ulangan supaya nilaimu jelek sya tapi kenapa nilaimu bagus kamu mencontekkan?” jelas Rani “aku tak pernah menyangka ran kau setega itu padaku aku salah apa? Kau kan sahabatku dan mana mungkin aku mencontek memangnya kau melihatku mencontek?” balasku tajam
“aku memang sahabat sekaligus musuhmu sya kau saja terlalu mudah di bodohi sudah jangan hiraukan omongan tasya tak usah ditemani saja fik Lin” seru Rani “sebentar kau kan tak melihat tasya mencontek kau hanya iri kan dan memanas-manasin kami jadiin aku dan Fika senjata mu dasar jahat sudah musuhi saja Rani “ jelas Lina “iya tuh dasar Rani “ tambah Fika “ tapi kalian harus percaya padaku lin fik “ pinta Rani “ kau ini siapa ngatur-ngatur kami kau saja bodoh nilai jelek” ejek Lina “jangan seperti itu kata-katamu sangat kasar lin “kataku “apa sih sya gak usah gitu deh dia yang buat kamu berantakan sama aku dan Fika” tambah Lina “kau sudah senang sya buat aku di musuhi teman-teman makasih” sambil pergi.
        Akhirnya aku sadar Rani bukan sahabatku dan aku tidak boleh seperti Rani yang mudah iri mungkin ini balasan ke Rani tapi aku tetap memaafkan Rani karna Allah saja bisa memaafkan hambanya yang salah mengapa aku tak bisa memaafkan Rani lagian manusia juga pasti ada salahnya .Setelah masalah ini aku duduk dengan Lina dan belajar dengan mulus,konsen,dan tenang.

0 komentar:

Posting Komentar